KRASNAYA PLOSCHAD - Puisi Benny Benke - SITUSENI

Rabu, 02 Juni 2021

KRASNAYA PLOSCHAD - Puisi Benny Benke

Ivan Yang Agung pasti tidak pernah menyangka. Lapangan Merah telah malih rupa sedemikian bercahaya.

Meski pada mulanya serupa daerah kumuh, tempat petani papa dan penjahat teri berumah di sana.

Sebelum akhirnya menyempurna. Dengan kehadiran St. Basil’s Katedral, menyusul kemudian the State Historical Museum dan GUM Department Store di belakangnya.

Memperkaya Istana Kremlin Agung di punggung bukit Borovitsky, mausoleum pemimpin revolusi Vladimir Lenin, terpacak digdaya.

Hingga akhirnya ribuan, mungkin jutaan tentara telah berparade dengan gagah dan megah di pelataran dan halaman Krasnaya Ploschad.

Seperti hendak mengabarkan kepada dunia; Kami terlalu perkasa untuk dirubuhkan sebagai negara.

Meski bayarannya, tak terkira. Di masa Ivan the Terrible dan Peter Agung, saja tak berbilang kepala lepas dari badannya. Jika Anda coba-coba memunggungi tahta.

Kini, kami tak lebih dari tempat pakansi yang penuh rona. Loka muda mudi bersua, bercengkrama tentang segala.

Asal jangan berpikir tentang politik dan negara. Kau akan baik-baik saja.


Diambil dari bakal antologi MENGHENINGKAN PUISI

Comments


EmoticonEmoticon